Islam, Antara Inklusifisme dan Eksklusif
Islam bukan agama ekslusif (tertutup) namun sebaliknya, Islam itu Inklusif (terbuka) dan universal yang diturunkan untuk semua penghuni langit dan bumi. Lain halnya dengan agama Yahudi dan nasrani, dimana nabi Musa AS dan Nabi Isa AS memang diutus untuk Bani Israil saja. Begitupula halnya dengan kebudayaan Islam. Kebudayaan Islam bersifat inklusif sebagaimana agama Islam.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa inklusifisme kebudayaan Islam selalu menghindari tiga hal berikut:
- Inklusif sebelum matang dan mapan
- Inklusif yang asal-asalan dalam mencomot dan meniru budaya lainya
- Inklusif yang membabi buta terhadap perubahan
Setidaknya itulah yang dibahas dalam Read more…
Ulasan Singkat Konsep-Konsep Pendidikan Menurut para Ulama’
Judul : Pemikiran para tokoh pendidikan Islam, Kajian Filsafat Pendidikan Islam
Pengarang : Dr. H. Abuddin Nata, MA
Penerbit : PT Rajawali Grafindo Persada, 2003: Jakarta
Kolasi : 224 hlm; 21 cm
[imtaq.com] Berbicara tentang pendidikan memang tidak pernah menemui titik jemunya. Berbagai buku dan hasil penelitian terus bermunculan. Kali ini penulis mencoba untuk memberikan referensi sebuah buku yang berjudul Pemikiran para tokoh pendidikan Islam, buah karya Dr. H. Abuddin Nata, MA.
Beliau memperoleh gelar Sarjana Muda (BA) pada tahun 1979, dan Sarjana Lengkap (baca: Drs) pada Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta (sekarang bernama Universitas Islam Negeri Jakarta), dan tamat tahun 1981. Gelar Magister bidang Studi Islam diperolehnya tahun 1991, sedangkan gelar Doktor bidang Studi Islam diperoleh pada tahun 1997 masing-masing dari Fakultas Fascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan disertasi berjudul Konsep Pendidikan Ibn Sina.
Buku ini terbagi dalam 13 bab yang kesemuanya menerangkan tentang konsep-konsep pendidikan, kecuali di bab Read more…
Pokok Bahasan Buku Reposisi Islam
[imtaq.com] Reposisi Islam, upaya memposisikan pemahaman tentang Islam yang semestinya. Islam adalah agama rahmat dan ummat Islam adalah ummat pertengahan yang akan menjadi pionir dalam membangun peradaban dunia yang berkeadaban. Ini adalah doktrin yang dikenalkan Islam kepada pemeluknya sebagai fondasi dasar dalam berprilaku dan memahami Islam.
Tetapi ternyata sejarah berbicara lain, Islam yang sebaik doktrinya tak sebaik dalam realitasnya. Islam adalah agama pertama yang berbicara tentang peradaban, tetapi justru ummat Islam tertinggal dalam peradaban. Islam menyeruka persatuan dan persaudaraan, tetapi justru ummat Islam mengalami perpecahan. Islam mengajarkan perdamaian, tetapi justru banyak negara Islam yang dilanda pertikaian dan perang saudara. Dan masih banyak lagi pertentangan antara konsep Islam dan realitasnya.
Hal ini menyebabkan kalangan orientalis salah persepsi terhadap Islam. Mereka hanya membaca Islam dari Read more…
Mengkaji al-Qur’an prespektif Filsafat Sains
Judul : Filsafat Sains Menurut al-Qur’an
Pengarang : Dr. Mehdi Golshani
Penerbit : Mizan
Tahun : 2003
Kolasi : 163 hlm. 23 cm
Judul asli dari buku ini adalah “The Holy Qur’an and the Sciences of Nature” yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi Filsafat Sains Menurut al-Qur’an. Buku ini berasal dari kumpulan materi kuliah yang disampaikan oleh penulis yang notabonenya beliau adalah Guru besar Fisika Universitas Teknologi Syarif, Iran. Dari empat perkuliahan dalam kesempatan berbeda itu disatukan dalam buku ini yang kesemuanya membahas msalah yang sama yaitu al-Qur’an dan Ilmu-Ilmu Kealaman.
Seperti telah diketahui bersama bahwasanya Islam telah memiliki konsep yang utuh tentang langit, bumi dan apa yang ada diantara keduanya, termasuk konsep manusia, alam dan ilmu atau sains. Hanya saya interpretasi Read more…
Rancunya Konsep Ilmu dan Perlunya Islamisasi Ilmu pengetahuan
Judul : Krisis Epistemologi dan Islamisasi Ilmu
Penulis : Adnin Armas
Tebal/ Tahun : 30 halaman/ 2007
Penerbit : CIOS (Center for Islamic & Occidental Studies)

islamisasi ilmu dan krisis epistemologi barat
Salah satu dampak dari Westernisasi (Pembaratan) adalah rancunya konsep ilmu. Westernisasi telah menjadikan ilmu sebagai problematis.
Sekalipun Westernisasi telah menghasilkan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, namun tidak dapat dinafikan juga bahwa Westernisasi ilmu telah menghasilkan ilmu yang telah merusak khususnya spiritual kehidupan manusia.
Kajian ini diperlukan karena maraknya cendikiawan muslim yang menganalisis Islam dengan menggunakan epistemologi Barat. Jika epistemologi Barat digunakan untuk memahami Islam maka hasilnya hanyalah kerancuan (confusion).
Rancu karena epistemologi Barat berangkat dari praduga-praduga atau prasangka-prasangka dan usaha-usaha skeptis tanpa didasarkan wahyu. Karena itu, epistemologi beserta ilmu pengetahuan Barat menghasilkan sains-sains yang hampa akan nilai-nilai spiritual dan akhirnya seperti disimpulkan Al-Attas, ‘epistemologi Barat tidak dapat mencapai kebenaran.’
Selain itu, epistemologi Barat telah melepaskan diri dari teologi, melepaskan fisika dari metafisika. Immanuel Kant, filosof jerman yang telah berperan dalam memarginalkan metafisika menyimpulkan bahwa metafisika tidak dapat masuk dalam epistemologi ilmu, karena dia tidak dicerna oleh panca indra. Teologi yang ditinggalkan itu kemudian digantikan oleh antropologi.
Kesimpulanyapun menjadi aneh bahwa manusia adalah Tuhan dan Tuhan adalah manusia (Feurbanch). Tuhan dianggap Read more…
Komentar Terbaru