Home > Pendidikan Islam > Implikasi Pendidikan Seumur Hidup Lifelong Education

Implikasi Pendidikan Seumur Hidup Lifelong Education

Implikasi Pendidikan Seumur Hidup

 
Pendidikan seumur hidup atau yang biasa disebut lifelong education merupakan asas utama dalam pendidikan sekarang ini. Dunia yang selalu berubah menyebabkan manusia harus selalu memperbaharui pengetahuanya baik itu melalui bimbingan maumum melalui proses discovery/ menemukan.

Asas Pendidikan Seumur Hidup akan memberikan pengaruh yang besar terhadap program pendidikan. Implikasi pendidikan seumur hidup pada program pendidikan, sebagaimana diungkapkan Ananda W.P. Guruge dalam karyanya “Toward Better Educational Management”,  mengkategorikan kedalam enam kelompok besar, sebagai berikut:

1. Pendidikan baca tulis fungsional

Program baca tulis sangat penting bagi pendidikan seumur hidup bukan hanya karena relevansinya dengan kondisi saat ini, namun juga dari segi implementasinya. Membaca dan menulis merupakan cara yang paling murah dan praktis untuk mendapatkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan. Melek huruf fungsional disamping merupakan isi program sekaligus juga merupakan sarana terlaksananya pendidikan seumur hidup.

2. Pendidikan vocasional

Output sekolah pada negara berkembang seperti indonesia pada umumnya dirasakan kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun. Pendidikan vokasional memberikan kecakapan-kecakapan dan ketrampilan dalam dunia kerja. Namun, pendidikan vokasional tidak boleh dipandang sekali jadi lantas selesai. Kemajuan teknologi dan semakin meluasnya industrialisasi menuntuk pendidikan vokasional dijalankan terus menerus.

3. Pendidikan profesional

Tantangan bagi para profesional dalam bidang masing-masing lebih besar dan akut. Mereka berusaha terus menerus agar tidak ketinggalan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Usaha untuk terus belajar merupakan realisasi dari pendidikan seumur hidup

4. Pendidikan ke arah perubahan dan pembangunan

lifelong education

Pendidikan bagi anggota dari berbagai golongan dan usia agar mampu mengukuti perubahan sosial dan pembangunan merupakan konsekuensi penting daripada asas pendidikan seumur hidup.

5. Pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik

Dalam pemerintahan masyarakat demokratis, kedewasaan warga negara dan para pemimpinya dalam kehidupan bernegara sangat penting. Untuk itu, program pendidikan kewarga negaraan dan kedewasaan politik merupakan bagian penting dari pendidikan seumur hidup.

6. Pendidikan kultural dan pengisian waktu senggang

Spesialisasi yang berlebihan dalam masyarakat dapat menyebabkan sempitnya pandangan terhaadap bidangnya sendiri. Pendidikan kultural sangat membantu agar mereka berpandangan luas dan dapat mengisi waktu senggangnya, sebab itu  keduanya merupakan bagian penting dalam pendidikan seumur hidup

Implikasi konsep pendidikan seumur hidup pada sasara pendidikan juga dipaparkan oleh Guruge. Ia mengklasifikasikanya dalam enam kategori masing-masing dengan prioritas programnya. Masing-masing kategori tersebut adalah sebagai berikut:

1. Para Buruh dan Petani

Kedua golongan ini sangat rendah bahkan tanpa pendidikan sama sekali, namun merupakan golongan terbesar di negara-negara yang sedang berkembang. Pada umumnya, mereka hidup dalam suasana tradisional dan beberapa kebiasaanya menghambat kemajuan mereka sendiri, seperti takhayul, taboo dan lain sebagainya. Program pendidikan bagi mereka akan memiliki arti bila:

  1. Menolong meningkatkan produktivitas mereka baik melalui ketrampilan, maupun penyuluhan metode-metode baru dalam meningkatkan produk yang dihasilkan.
  2. Menindik mereka agar dapat memenuhi kewajiban mereka sebagai warganegara dan kepala keluarga.
  3. Memberi jalan kepada mereka untuk mengisi waktu senggangnya dengan kegiatan yang berarti dan memiliki manfaat bagi dirinya sendiri dan oranglain
  4. Golongan remaja yang terganggu pendidikan sekolahnya

Golongan remaja yang menganggur karena tidak mendapatkan pendidikan atau mereka meninggalkan sekolah karena bosan, tidak tertarik dan tidak melihat manfaat pendidikan sekolah bagi kehidupanya. Pendidikan yang bersifat remedial sangat perlu, namun harus dilihat pendidikanya harus menarik, merangsang dan relevan dengan kebutuhan hidupnya.

2. Para pekerja yang berketrampilan

Golongan ini memerlukan program khusus, program yang disediakan baginya harus mengandung dua maksud, yaitu:

  1. Program itu harus mampu menyelamatkan mereka dari bahaya keusangan pengetahuannya dan otomasi, mereka perlu diberikan latihan-latihan untuk mendapatkan ketrampilan baru.
  2. Program itu harus membuka jalan bagi mereka untuk naik jenjang dalam rangka promosi kedudukan yang lebih baik.
  3. Golongan technicians dan professionals

Golongan ini menduduki posisi-posisi penting dalam masyarakat. Kemajuan masyarakat banyak tergantung pada golongan ini. Agar mereka tetap berperan dalam masyarakatnya, maka mereka harus senantiasa memperbaharui dan menambah pengetahuan serta ketrampilanya.

3. Para pemimpin dalam masyarakat

Golongan ini sebagaimana golongan diatas, memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakaat. Mereka sangat perlu untuk memperbaharui sikap dan ide-idenya agar mereka dapat tetap berfungsi memimpin masyarakat sesuai dengan gerak kemajuan dan pembangunan.

4. Golongan anggota masyarakat yang sudah tua

Pendidikan bagi golongan ini mungkin merupakan kesempatan yang sangat berharga karena mereka belum pernah memperolehnya pada waktu masih muda. Pendidikan itu terlebih untuk memenuhi kebutuhanya, mengetahui hal-hal yang baru, jadi tidak penting dilihat dari kegunaan dan keuntungan materilnya.

Berdasarkan uraian diatas, maka pengeterapan cara berfikir menurut asa pendidikan seumur hidup itu akan mengubah pandangan kita tentang status dan fungsi sekolah. Hal ini menjadikan tugas utama pendidikan sekolah adalah mengajar anak didik bagaimana cara belajar, peran guru terutama adalah sebagai motivator, simulator dan petunjuk jalan anak didik dalam hal belajar. Sekolah sebagai pusat belajar (learning centre) bagi masyarakat sekitarnya. Sehingga dalam rangka pendidikan seumur hidup, maka semua orang secara potensial merupakan anak didik.

Sumber: Joesef, Soelaeman dan Santoso, Slamet, Pendidikan Luar Sekolah, CV. Usaha Nasional, Surabaya – Indonesia

Implikasi Pendidikan Seumur Hidup Lifelong Education

5220
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

%d bloggers like this: