Home > Ilmu Pengetahuan, Pendidikan Islam, Sejarah Islam > Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di Masa Rasulullah SAW

Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di Masa Rasulullah SAW

Lembaga-Lembaga Pendidikan di Masa Rasulullah SAW

 

masjid quba lembaga pendidikan islam di masa rasulullah sawLembaga pendidikan pertama untuk anak adalah keluarga. Disana ia dibesarkan dan dididik oleh orangtuanya. Namun, ketika anak semakin besar, keluarga tak lagi mampu untuk memberikan rasa puas terhadap rasa keingintahuanya yang banyak. Karena itulah diperlukan Lembaga Pendidikan untuk anak-anak mereka. Rasulullah SAW memang memberikan perhatian kusus kepada lembaga pendidikan Islam.

Sejak awal, Rasulullah Muhammad SAW telah memberikan perhatian khusus kepada lembaga pendidikan. Ketika pertamakalimengembangkan ajaran Islam di kota Mekah, beliau telah menggunakan beberapa tempat sebagai central lembaga pendidikan untuk mengajarkan Islam. Meskipun lembaga-lembaga pendidikan di masa Rasulullah SAW tidak berbentuk formal seperti sekarang, namun proses pendidikan yang mencakup transfer nilai dan pengetahuan Islam berjalan baik dan dinamis.

Dari lembaga pendidikan itulah Rasulullah SAW mengajarkan agama Islam kepada para sahabat. Kemudian para sahabat tadi mengajarkan kepada istri dan anak-anak mereka di rumah masing-masing. Adapun beberapa lembaga pendidikan di masa Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

Darul Arqom

Darul Arqom atau Darul Arqam adalah rumah yang dijadikan oleh Rasulullah SAW sebagai lembaga pendidikan Islam pertama. Dari rumah inilah Islam tersebar ke seantero jagad raya kelak.

Darul Arqom adalah rumah milik sahabat al-Arqam bin Abil Arqam al-Makhzumi, ia masuk islam pada umur 16 th, rumah terpencil di atas bukit safa. Rasulullah SAW sengaja menjadikan rumah yang terpencil ini sebagai tempat menyampaikan ajaran Islam untuk menghindari perlakuan buruk dari kaum kafir Quraisy. Masa ini adalah masa dakwah secara sembunyi-sembunyi.

Di Darul Arqam inilah Rasulullah SAW mengajarkan wahyu yang telah diterimanya kepada kaum muslimin. Sebagai nabi dan guru, beliau membimbing para sahabat untuk menghafal, menghayati dan mengamalkan ayat-ayat suci al-Qur’an yang telah diturunkan kepadanya.

Masjid

Dalam sistem pendidikan Islam, masjid memiliki peran yang sangat besar dalam menyebarkan ilmu pengetahuan. Masjid bukan hanya sebagai tempat beribadah melainkan juga sebagai tempat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat dan individu serta tempat untuk menerima para duta asing dan pertemuan pemimpin-pemimpin islam.

Besarnya peran masjid dalam membangun ummat, sejak awal telah menjadi perhatian Rasulullah SAW. Hal ini dibuktikan ketika hijrah ke madinah, tempat yang pertama kali beliau bangun adalah Masjid. Masjid pertama yang digunakan untuk kegiatan pendidikan adalah masjid Quba, di sana rasulullah membentuk halaqoh yaitu para sahabat duduk di sekeliling Rasulullah SAW.

Suffah

Al-Suffah merupakan ruang atau bangunan surau yang bersambung dengan masjid Nabawi. Suffah dapat dilihat sebagai sebuah sekolah, karena kegiatan pengajaran dan pembelajaran dilakukan secara teratur dan sistematik, suffah juga menjadi tempat tinggal bagi para sahabat Rasulullah SAW. Bentuk suffah adalah sebuah panggung luas beratapkan jerami mereka yang tinggal disini di sebut as-habul suffah.

Menurut riwayat Abu Hurairah ra, “Ahli Suffah adalah para tetamu Islam yang tidak mempunyai harta benda. Jika ada suatu hadiah yang datang kepada Rasulullah SAW, maka sebagian dimakan oleh para ahli suffah, dan apabila sesuatu datang kepada beliau sebagai sedekah, maka beliau tidak memakanya melainkan memberikan semuanya kepada ahli suffah”.

Kuttab

Kuttab sudah ada sebelum agama Islam datang. Bangsa Arab mendirikan kuttab untuk memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Namun, pada masa sebelu Islam peran lembaga pendidikan ini kurang mendapat perhatian besar dari kalangan arab Quraisy. Bukti itu terlihat dari minimnya orang-orang Quraisy yang mampu membaca dan menulis.

Setelah Islam datang, barulah peranan kuttab sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan mendapat perhatian. Rasulullah SAW meminta sahabat yang pandai membaca dan menulis untuk menularkan ilmunya kepada kaum muslimin secara sukarela. Kuttab ini menjadi tempat belajar Al-Qur’an selain  juga mengajarkan syair–syair dan pokok – pokok ajaran islam. imtaq.com

sumber: Ensiklopedi Leadership & Management Muhammad SAW “The Super Leader Super Manager”

Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, M.Ec dan Tim Tazkia

Buku VI, “Sang Pembelajar dan Guru Peradaban”

Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di Masa Rasulullah SAW

5268
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

%d bloggers like this: