Home > Bahasa Indonesia > MENYUSUN DAN MENGEMBANGKAN KALIMAT

MENYUSUN DAN MENGEMBANGKAN KALIMAT

  • Pengertian Kalimat

    Pernahkah kalian menemukan atau mendengar penuturan sebagai berikut?

    (1)    Keluar!

    (2)    Lima ribu.

    (3)    Bapak sudah datang?

    (4)    Hari ini, ibu menggulai kambing.

    (5)    Pak Tani menggali tanah di depan rumahnya.

menyusun kalimat bahasa indonesia -imtaq pic

Jika pernah, adakah yang tidak kalian pahami maksudnya? Tentu tidak, bukan? Meskipun di antara kalimat di atas tidak memiliki unsur yang lengkap, namun terdapat tanda yang menujukkan kalimat di atas jelas maksudnya, yakni adanya tanda baca. Masing-masing kalimat dibedakan oleh intonasinya.

Kalimat (1) hanya berunsur satu kata saja dengan intonasi perintah. Kalimat (2) memiliki dua unsur kata dengan instonasi selesai (berita), merupakan jawaban dari sebuah pertanyaan, misalnya, Berapa jumlah murid sekolah ini?

Kalimat berikutnya (3), meskipun tanpa kata tanya dapat disebut kalimat tanya, karena berpenanda tanya (intonasi tanya). Sedangkan dua kalimat berikutnya adalah kalimat berita yang berunsur lengkap, yakni Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan (SPOK).

K    S    P    O

(4)    Hari ini, ibu
menggulai kambing.

S    P    O    P     O

(5)    Pak Tani
menggali
tanah dan menanam pohon.

Jadi,
pengertian
sebuah kalimat bukan sekedar susunan kata-kata, melainkan harus ada intonasi, atau bahkan cukup memiliki intonasi yang jelas serta dengan penanda yang jelas.

Kalimat (1) dan (2) disebut kalimat tak berklausa, sedangkan kalimat (4) dan (5) disebut kalimat berklausa. Yang dimaksud unsur klausa dalam kalimat adalah predikat (P). Kalimat (4) yang memiliki sebuah P disebut kalimat sederhana atau kalimat tunggal, sedangkan kalimat (5) dapat disebut kalimat majemuk atau kalimat luas, karena memiliki lebih dari satu klausa atau P, yakni menggali tanah dan menanam poho

  • Unsur Kalimat
    • Berdasarkan Jenis Predikatnya

      Predikat sebuah kalimat dapat berupa kata benda, kata kerja, serta kata sifat, serta bentuk verba:

      (22)    Ayahku guru (kata benda)

      (23)    Aktivitasnya mengajar. (kata kerja)

      (24)    Baju dokter itu bersih (kata sifat)

      (25)    Penampilan drama itu membosankan (kata verba)

    • Menggabungkan predikat yang bervariasi

      Kalimat berikut merupakan kalimat tunggal yang berpredikat kata benda:

      • Ayahnya seorang guru.
      • Beliau pelukis.
      • Dia petani sukses.

      Namun, dapat juga disusun menjadi sebuah kalimat luas yang berpredikat lebih dari satu, dengan menggabungkan unsur predikatnya:

      • Selain guru, ayahnya juga seorang penulis, pelukis, dan petani sukses.

      Contoh lain:

      • Pegawai negeri sekarang banyak yang menjadi tukang ojek, kuli bangunan, atau tukang cukur di rumahnya.

      Kalimat berikut merupakan kalimat yang berpredikat kata kerja tunggal:

      • Ahmad mengajar.
      • Ahmad belajar di perguruan tinggi.
      • Ahmad juga salah satu staf di lembaga lain.

      Namun, dapat disusun menjadi kalimat luas yang berpredikat lebih dari satu, dengan menggabungkan unsur predikatnya:

      • Selain mengajar, Ahmad juga belajar di perguruan tinggi dan menjadi salah satu staf di lembaga lain.

      Contoh lain:

      • Ibu memandikan dan menyuapi adik-adik.
      • Ibu mengantarkan adik-adik ke sekolah.
      • Pagi hari, aktivitas ibu-ibu adalah memandikan dan menyuapi adik-adik, kemudian mengantarkan mereka ke sekolah.

    Kalimat berikut merupakan kalimat tunggal yang berpredikat kata kerja:

    • Nada suaranya sumbang.
    • Gayanya tidak menarik.
    • Penampilannya membosankan.

    Ketiganya dapat disusun menjadi kalimat luas yang berpredikat lebih dari satu, dengan menggabungkan unsur predikatnya:

    • Nada suaranya sumbang dan gayanya tidak menarik karena itu/membuat penampilannya membosankan.

    Contoh lain:

    • Dia memang orang yang sangat kuat, karena postur tubuhnya tinggi besar, dan tegap.

    Selain contoh di atas, dapat juga kalimat luas memiliki predikat yang bervariasi, yakni kata kerja, kata benda, kata sifat dan kata verba sekaligus, baik dengan sebuah subjek maupun lebih, sebagaimana contoh berikut:

    • Pengajar Bahasa Inggris itu termasuk guru yang tampan, pandai, mengajarnya enak, serta penjelasannya tidak membingungkan. (Kata benda)
    • Pembawaan gadis itu kalem, murah senyum, dan tidak sombong, sehingga banyak orang segan, hormat, bahkan suka kepadanya. (Kata sifat)
    • Kami bersedia meminjamkan uang, menuruti perintah dan laranganmu, asalkan kamu benar, amanah, dan tidak menjerumuskan kami. (Kata kerja)
    • Berdasarkan Kelengkapan (Jumlah) Unsurnya

      Dilihat dari kelengkapan unsurnya (SPOK-nya) kalimat dapat dibagi menjadi:

      • Berunsur Subjek-Predikat (S P):

        (22)    Ayahku guru.

        (23)    Aktivitasnya mengajar.

        (24)    Baju dokter itu bersih.

        (25)    Penampilan drama itu membosankan.

      • Berunsur Subjek-Predikat-Objek:

        (26)    Pekerja itu menggali sumur.

        (27)    Presiden menandatangani prasasti.

        (28)    Pak Darto membeli mobil baru.

        (29)    Para ilmuwan meneliti kandungan logam pada air tanah.

      • Berunsur Subjek-Predikat-Objek-Keterangan (waktu, tempat, cara)-Pelengkap:

        (4)    Hari ini, ibu menggulai kambing.

        (30)    Kami membaca buku di Gramedia kemarin.

        (31)    Penjaga gawang itu menahan bola dengan tangannya.

        (32)    Dengan sekuat tenaga, Rina merebut barang itu dari Ida.

        (33)    Dede Yusuf terpilih sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat.

MENYUSUN DAN MENGEMBANGKAN KALIMAT

5175
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

%d bloggers like this: