Home > Filsafat Ilmu, Kuliah Islam > Peranan Filsafat Pendidikan

Peranan Filsafat Pendidikan

apa saja Peranan Filsafat dalam Pendidikan?


Peran filsafat dalam memajukan pendidikanSecara praktis, fungsi dan peran filsafat pendidikan sekurang-kurangnya empat hal utama. Keempat hal tersebut antara lain adalah menginspirasikan, menganalisis, mempreskriptifkan, dan menginvestigasi.[1]

Filsafat Pendidikan Menjadi Ruang Inspirasi

Pertama, filsafat pendidikan menjadi ruang inspirasi, khususnya bagi para pendidik dalam melaksanakan ide-ide tertentu dalam pendidikan. Melalui filsafat pendidikan, filsuf menjelaskan idenya mengenai pendidikan tersebut, ke mana diarahkan, siapa saja yang patut menerima pendidikan, bagaimana cara mendidik, serta apa peran pendidik. Sudah tentu, ide-ide ini didasari oleh asumsi-asumsi tertentu tentang anak manusia, masyarakat atau lingkungan, dan negara.

Peran Analisis Filsafat Pendidikan

Kedua, peran analisis. Dalam peran ini, filsafat pendidikan berarti memeriksa secara teliti bagian-bagian pendidikan agar dapat diketahui secara jelas validitasnya. Hal ini dimaksudkan agar dalam menyusun konsep pendidikan secara utuh tidak terjadi kerancuan (tumpang tindih). Di sini filsafat pendidikan memeriksa bagian-bagian pendidikan secara seksama untuk mengetahui validisi pendidikan secara gamblang. Hal ini dimaksudkan, selain untuk menghindari tumpang tindih serta kesimpang-siuran, juga guna mengarahkan tujuan pendidikan sesuai dengan nilai-nilai yang diinginkan.

Francis Bacon, seorang filsuf Inggris dalam bukunya The Advencement of learning, mengemukakan betapa kebanyakan pengetahuan yang dimiliki manusia selalu mengandung unsur-unsur validitas yang bermanfaat dalam menyelesaikan persoalan sehari-sehari, terlebih jika pengetahuan itu berisi salah satu konsep yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Dari itu, Bacon menggunakan logika induktif sebagai teknik krisis atau analisis untuk menemukan arti pendidikan yang dapat diandalkan. Melalui pengalaman secara kritis dengan logika induktif, akan dapat ditemukan konsep-konsep pendidikan.

Filsafat Pendidikan Memiliki Makna Preskriptif

Ketiga, filsafat pendidikan memiliki makna preskriptif atau memberi pengarahan kepada pendidik dalam soal apa dan mengapa pendidikan itu. Hal yang dijelaskan dapat berupa hakekat manusia jika dibandingkan dengan mekhluk lain atau aspek-aspek peserta didik yang memungkinkan untuk dikembangkan. Proses perkembangan tersebut tergantung pada batas bantuan yang diberikan, batas keterlibatan pendidik, arah pendidikan, target pendidikan, perbedaan arah pendidikan, dan bakat serta minat anak.

Hal ini, misalnya, bisa dicontohkan dengan apa yang idealisasi John Herbart dalam soal guru. Dalam karyanya berjudul Scence of Education, John Herbart memandang bahwa guru harus memiliki informasi yang dapat diandalkan mengenai tujuan pendidikan yang dapat dicapai dan proses belajar sebelum guru memasuki kelas. Di sini, John Herbart, dalam makna lebih umum memandang bahwa pendidikan seharusnya dikonstruksi di atas asumsi yang valid- suatu informasi yang direkonstruksi dari atau secara ilmiah.

Peran Investigatif Filsafat Pendidikan

Sementara, peran yang keempat adalah peran investigatif. Di sini filsafat pendidikan memerikasa atau mengkaji kebenaran suatu pendidikan. Pendidik seharusnya mencari sendiri konsep-konsep pendidikan di lapangan atau melalui penelitian-penelitian. Konsep yang dipraktikkan tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan, sedangkan posisi filsafat hanya sebagai latar pengetahuan saja. [imtaq.com]

 

Peranan Filsafat Pendidikan

5226
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image