Home > ilmu Psikologi, Mahasiswa ISID, Pendidikan Islam > SEJARAH PERKEMBNGAN PSIKOLOGI

SEJARAH PERKEMBNGAN PSIKOLOGI

sejarah ilmu psikologiInilah ringkasan sejarah munculnya ilmu psikologi dan sejarah berkembangnya ilmu psikologi pada zaman lalu hingga zaman sekarang. Tepatnya, sejarah psikologi dari masa ke masa. Dimulai dari munculnya ilmu psikologi hingga ilmu psikologi yang kita pelajari sekarang ini.

Pada zaman Yunani kuno, psikologi belum merupakan ilmu yang berdiri sendiri, tapi masih cabang ilmu filsafat. Metodenya adalah metode deduktif dan psikologinya disebut psikologi filsafat. Objeknya hal-hal mengenai asal-usul jiwa, wujud jiwa dan akhir jadinya. Objek ini di luar alam nyata karena itu disebut psikologi metafisis.

Lalu timbul aliran Skolastik dipelopori oleh Thomas Aquino, ulama’ katolik. Tubuh dan jiwa merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keyakinan dan paham agama menjadi dasar utama dari metode serta uraian-uraianya. Manusia mempunyai kesanggupan luhur, yaitu hubungan manusia dengan tuhanya. Hal ini karena mendapatkan pengaruh filosofi Agama.

± 1625, para ahli mengutamakan Rasio/ Akal. Misalnya Descartes mengatakan bahwa ilmu yang benar hanya dapat diperoleh dengan berfikir, bukan dengan pengalaman/ percobaan. Akal adalah sumber kebenaran. Psikologi harus diuraikan dengan kekuatan rasio yang semenjak lahirnya mengandung pengertian sejati dan kebenaran. Aliran ini disebut rasionalisme.

Bacon (± 1600) dan John Locke (± 1675) memelopori aliran empirisme. Menurut keduanya, psikologi tidak dapat didasarkan dan diuraikan dengan falsafah atau teologi, melainkan harus berdasarkan pengalaman. Peristiwa-peristiwa diamati, dikumpulkan dan dari hasil pengamatan itu diambil kesimpulan atau ketentuanya. Cara ini menentukan suatu kaidah umum dari keterangan khusus. Metode ini dikenal dengan metode Induktif.

Abad ke-17 sampai 19 psikologi dipengaruhi oleh ilmu alam. Menganggap bahwa jiwapun tunduk kepada hukum-hukum alam biasa, maka mereka menyelidiki dan menguraikan proses dan pernyataan psikis menurut ketentuan dan hukum alam, yaitu hukum sebab dan akibat (kausal).

Terpengaruh oleh perkembangan ilmu kimia yang menyatakan bahwa sesuatu itu terjadi dari zat terkecil dari unsur pokok, maka dalam psikologi dicari pula unsur terkecil yang menjadi elemen pokok bagi jiwa. Ahli-ahli itu berpendapat, bahwa jumlah atau kumpulan unsur-unsur mewujudkan keseluruhan atau kebulatan yang berarti. Maka, jiwa dianggap sebagai benda mati atau mesin, yang prosesnya berlangsung mekanis dan tunduk kepada hukum-hukum yang pasti. Pribadi tidak dapat mempengaruhi atau mengatur proses dan pernyataan psikisnya sendiri. Perpaduan ini disebut Asosiasi.

Karena unsur-unsur/ elemen-elemen yang berdiri sendiri itu kemudian menjadi suatu kebulatan, yang berarti merupakan suatu mozaik (suatu yang tersusun dari bagian-bagian lepas), maka psikologi itu dinamakan Psikologi Mozaik atau Psikologi Keelemenan.

1832-1920 datang Wundt berpendapat bahwa Aku atau pribadi manusia adalah aktif, dapat mempengaruhi proses pernyataan jiwa serta memberi corak kepadanya. Kalau paham asosiasi menyatakan bahwa totalitas sama saja dengan jumlah unsur-unsur yang lepas, maka paham apersepsi manyatakan bahwa komplek dan proses psikis adalah suatu totalitas, yang lebih daripadda kumpulan unsur belaka.

Karena pendapatnya itu, Wundt disebut sebagai pelopor psikologi modern.seperti Psikologi Gestalt, psikologi struktur dan lain sebagainya, paham dan eksperimenya sangat bermanfaat bagi perkembangan ilmuseterusnya, yaitu tahun 1900 hingga sekarang.

SEJARAH PERKEMBNGAN PSIKOLOGI

5175
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image

%d bloggers like this: