Home > Hukum Islam > Sholat dalam Perjalanan

Sholat dalam Perjalanan

Bagaimana cara Sholat dalam Perjalanan?


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Sholat dalam perjalanan

Sholat dalam perjalanan

Alhamdulillah, marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kehadirat Allah Swt, yang telah melimpahkan nikmat, taufiq, rahmat dan inayahnya kepada kita semua. Sholawat beriringan salam marilah kita haturkan kepada nabi kita Muhammad Saw, yang telah membawa ummat manusia dari zaman kegelapan hingga zaman yang terang benerang penuh dengan ilmu pengetahuan.

Baiklah para pembaca sekalian yang budiman, kali ini kami akan mengungkap sedikit tentang Sholat dalam Perjalanan.

Ikhwah fillah, terkadang karena suatu keperluan tertentu kita harus melakukan perjalanan atau safar yang menghabiskan berjam-jam bahkan berhari-hari waktu kita. Begitu lamanya, sampai-sampai perjalanan itu melewati dua waktu sholat atau bahkan lebih. Apalagi di negri kita Indonesia ini yang terbagi dalam tiga zona waktu, WIT (Waktu Indonesia bagian Timur), WITA (Waktu Indonesia bagian Tengah) dan WIB (Waktu Indonesia bagian Barat).

Misalnya, kita ingin pergi dari Jakarta ke Ponorogo yang berada di jawa timur menggunakan bus, maka kita akan menghabiskan waktu dua harian dalam perjalanan. Otomatis, perjalanan ini melewati lebih dari dua waktu sholat.

Hal ini juga bisa terjadi ketika kita menggunakan pesawat. Contoh, Waktu menunaikan ibadah Haji, berangkat dari Surabaya tidak langsung ke Jeddah, tetapi naik pesawat domestik Garuda Boing 737-300 ke Jakarta terlebih dahulu, kemudian ganti pesawat yang lebih besar yaitu Garuda Boing 747-400. Pesawat take off dari Bandara Cengkareng Jakarta sekitar jam 9 pagi WIB, dan sampai di Bandara Internasional King Abdulaziz sekitar jam 14.30 waktu Jeddah, jadi waktu tempuh kurang lebih 9 Jam.

Suatu contoh kasus lagi, misalnya perjalanan dari Jogja ke Jakarta via kereta api yang berangkat dari Jogja jam 8 yang menurut jadwal seharusnya kereta tiba di Jakarta jam 16.45. Sayang sekali karena padatnya traffic, sampai jam 17.00 kereta baru sampai di Karawang. Dengan kondisi ini menurut pengalaman kereta baru akan tiba di jakarta jam 18.00 atau bahkan lebih, sedangkan waktu sholat maghrib jatuh pada pukul 18.10. Haruskah kita sholat Dzuhur dan Ashar di kereta? Bagaimana cara kita melaksanakan sholat? Adakah dalilnya dari Nabi SAW tentang sholat fardhu di atas kendaraan?

Kendaraan bermotor, bus, pesawat dan kereta api adalah sesuatu yang baru dan tidak ada di zaman Rasullullah SAW sehingga kita perlu mencari ashlu asy syar’ie dari sholat Rasulullah SAW di atas kendaraan yang dapat dianggap menyerupai kondisi itu. Salah satu referensi tentang sholat Rasulullah SAW di atas kendaraan tercantum dalam hadist berikut:

وَعَنْ عَامر بْنِ رَبيعَةِ قَالَ: رَأَيْت رَسُولَ اللَّه صلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ على راحِلَتِهِ يُسبِّحُ يُومِئُ بِرَأْسِهِ قِبَلَ أَيِّ وِجْهَةٍ تَوَجَّهَ ، وَلَمْ يَكُنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ فِي الصّلَاةِ الْمَكتُوبَةِ. )مُتَّفَقٌ عَلَيْه(

Dari Amir bin Rabi’ah ra. berkata, “Aku melihat Rasulullah SAW di atas kendaraannya (shalat) dan membungkukkan kepalanya menghadapkan ke mana saja. Namun beliau tidak melakukannya untuk shalat-shalat fardhu.” (HR. Muttafaq ‘alaihi)

Sebenarnya kebolehan melaksanakan sholat fardhu di atas kendaraan masih menjadi perdebatan di kalangan ulama fiqh. Sebagian ulama memandang bahwa Rasulullah SAW sendiri tidak pernah melakukannya sholat di atas kendaraan kecuali hanya pada shalat sunnah saja. Adapun ketika datang waktu shalat wajib, beliau turun dari untanya dan shalat di atas tanah dengan menghadap kiblat.

Nah, pertanyaannya adalah mungkinkah kita melaksanakan sholat di luar Bus, pesawat atau kereta ketika telah datang waktunya? Katakanlah saat kereta berhenti sejenak di terminal jika menggunakan bus, atau ketika transit bila menggunakan pesawat atau di stasiun. Bila memang memungkinkan, persoalannya akan menjadi lebih mudah. Kita dapat turun sejenak disana, mencari mushola, dan kemudian melaksanakan Dzuhur dan Ashar secara jama’ dan qoshor dengan tetap menghadap qiblat dan berdiri sempurna. Tapi masalahnya dalam kasus ini kendaraan yang kita tumpangi hanya berhenti sekejap.

Baru sempat menyelesaikan satu roka’at, mungkin Bus, pesawat dan kereta sudah berangkat lagi. Adalah satu hal yang mengkhawatirkan jika kita turun untuk sholat tetapi kemudian kereta pergi meninggalkan kita. Lagi pula masih ada satu kekhawatiran lain, yaitu akan tetap amankah barang-barang yang kita tinggalkan di kereta ketika sholat di luar kereta bila menggunakan kereta api?

Beruntunglah kita, para Ulama telah membahas masalah ini. Menurut Lajnah Daimah Li ‘l Buhust ‘l ‘Ilmiyah wa ‘l Ifta’ (Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa) Saudi Arabia (semacam MUI-nya Saudi), dalam kondisi di atas kita boleh sholat di kereta. Hal ini didasarkan pada keumuman dalil:

{ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا }

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya {al Baqarah (2):286}

{ فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ }

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu {al Taghabun (64):16}

{ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ }

Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan {al Hajj (22):78}

Singkatnya karena kondisi yang memang darurat, kita diperbolehkan sholat dalam kendaraan sekalipun sambil duduk, asal dengan menghadap kiblat di awalnya dan secara kontinyu berusaha menghadap kiblat (bila memungkinkan), karena menghadap kiblat adalah syarat sahnya sholat fardhu baik ketika safar atau ketika muqim. Namun bila memang tidak memungkinkan, bertakwalah kepada Allah semampunya. Hal ini seperti tertulis dalam Maktabah Syamilah, kategori Fatawa, kitab Fatawa ‘l Lajnah ‘d Daimah -al Majmu’ah ‘l ula-, juz 8 hal 123-124.

Baca Selanjutnya>>>

Sholat dalam Perjalanan

5685
Categories: Hukum Islam Tags: , , , ,
  1. June 17th, 2012 at 06:03 | #1

    thanks infonya.. ;-)

  1. No trackbacks yet.

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image

%d bloggers like this: